loading…
Seorang wanita berjalan Di Didepan kilang Migas milik raksasa Migas Prancis TotalEnergies Di Donges, Didekat Saint-Nazaire, Prancis, Di 27 Maret 2026. FOTO/Reuters
“Pergerakan sentimen pasar seperti roller coaster terjadi Sebab sinyal mengenai potensi kesepakatan Di pekan ini. Akan Tetapi, pasar masih belum mengetahui apa yang sebenarnya harus terjadi agar kesepakatan tersebut dapat tercapai,” ujar Pendiri Penyedia Analisis Pasar Migas Vanda Insights Vandana Hari dikutip Di Reuters, Sabtu (8/8/2026).
Mengutip Reuters, Perjanjian berjangka Migas Brent ditutup naik USD1,06 atau 1,3% menjadi USD83,55 per barel. Di Di Yang Sama, harga Migas mentah West Texas Intermediate (WTI) Menimbulkan Kekhawatiran 89 sen atau 1,15% menjadi USD78,18 per barel.
Baca Juga: Gejolak Mutakhir Di Timur Di, Harga Migas Meroket Nyaris 4%
Kenaikan tersebut terjadi Sesudah harga kedua Migas acuan itu melonjak lebih Di USD3 per barel Di perdagangan Kamis (7/8). Penguatan dipicu kabar bahwa Iran Lagi mengkaji rancangan undang-undang yang melarang kapal berbendera AS dan Israel melintasi Selat Hormuz.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dialog Antar Negara Selat Hormuz Ulet, Harga Migas Dunia Kembali Mendidih Lebih 1%











