Produk skin booster asal Korea Selatan Di ramai diperbincangkan, disebut-sebut diekstrak Untuk ‘kulit mayat’. Banyak rumor beredar soal asal-usul bahan yang didapatkan.
Perhimpunan Praktisi Medis Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) meminta para Praktisi Medis dan fasilitas Kesejaganan bersikap transparan secara penuh Yang Berhubungan Di penggunaan produk skin booster berbahan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) tersebut.
Langkah ini diambil merespons maraknya Tren Perawatan Medis kulit Ke media sosial yang ramai memperbincangkan produk berbasis jaringan donor manusia asal Korea Selatan yang disebut sebagai “skin booster yang diekstrak Untuk mayat”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PERDOSKI Pusat, Dr dr Hanny Nilasari, SpDVE, Subsp.Ven menekankan, keterbukaan informasi kepada pasien merupakan prinsip etika dan keselamatan medis yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, Praktisi Medis wajib menjelaskan secara jujur bahwa produk hADM berasal Untuk jaringan kulit donor manusia yang telah Melewati pemurnian dan sterilisasi.
“Transparansi wajib dijaga. Praktisi Medis perlu menjelaskan bahwa produk berasal Untuk donor manusia, bukti manfaatnya masih berkembang, alternatif terapi, potensi komplikasi, dan Wacana penanganan apabila terjadi efek Di,” tulisnya Untuk pernyataan resmi, Rabu (9/6/2026).
Selain asal-usul bahan, PERDOSKI mewanti-wanti Praktisi Medis agar tidak menutup-nutupi status keterbukaan bukti klinis hADM yang dinilai masih sangat terbatas.
Studi awal penggunaan hADM sebagai skin booster wajah Sampai Sekarang Mutakhir melibatkan 20 peserta Di masa pengamatan Disekitar 20 minggu.
Ke sisi lain, Kelompok sebagai konsumen Memperoleh hak mutlak Sebagai Menyaksikan rincian legalitas dan rekam jejak produk Sebelumnya menyetujui tindakan injeksi.
Pasien berhak mengetahui nama dan komposisi produk, produsen, Negeri asal, nomor izin edar yang berlaku Ke Indonesia, nomor bets, tanggal kadaluarsa, serta cara penyimpanan produk.
Mengenai Permasalahan liar yang beredar Ke Kelompok Yang Berhubungan Di asal-usul donor jaringan, Ia mengimbau publik maupun praktisi medis Sebagai tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti.
“Jangan menyebarkan spekulasi asal donor. Dugaan bahwa jaringan berasal Untuk Negeri atau kelompok tertentu, termasuk Permasalahan yang dikaitkan Di konflik kemanusiaan, tidak boleh disebarkan tanpa bukti resmi yang dapat diverifikasi,” tegasnya.
Guna menjamin Perlindungan pasien, PERDOSKI Mendorong sistem ketertelusuran (traceability) yang ketat Untuk setiap bets produk-mulai Untuk proses skrining Gangguan menular Ke donor, sterilisasi, hingga sistem pelaporan efek Di.
Ia juga mengimbau Sebagai selalu memilih Praktisi Medis spesialis yang kompeten Ke fasilitas Kesejaganan resmi serta menolak tindakan penyuntikan produk yang dibawa Melewati jalur tidak resmi (jastip).
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Semua yang Perlu Kamu Tahu soal Skin Booster Alias Tren ‘Bentol Sultan’“
(aur/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Soal Asal-usul Skin Booster ‘Kulit Mayat’ ala Korea, Ini Wanti-wanti Praktisi Medis











