Jakarta –
Ultraprosessed food seringkali dikaitkan Di berbagai masalah Kesejaganan yang Yang Terkait Di Di pencernaan. Kini, sebuah studi juga mengaitkan Konsumsi tersebut Di Kesejaganan otak.
Dikutip Di laman NYPost, sebuah studi yang dilakukan Dari para meneliti Kanada menemukan keterkaitan Ditengah konsumsi UPF Di peningkatan risiko stroke serta masalah memori Hingga masa Didepan Di orang dewasa yang sehat. Studi yang diterbitkan Untuk JAMA Network Open Di 15 Oktober 2026 ini melibatkan peserta berusia 35 hingga 69 tahun.
Di menggunakan pemeirksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Bagi memeriksa otak Di 9.000 peserta, para peneliti menemukan area kecil kerusakan otak yang lebih umum terjadi Di orang yang mengonsumsi UPF Untuk jumlah besar, seperti soft drink, camilan kemasan, dan sereal sarapan yang manis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang mengonsumsi UPF Untuk jumlah tertinggi kemungkinan 40 persen lebih besar Menunjukkan perubahan Di otak yang bisa tak terdeteksi, Lantaran tidak menimbulkan Tanda-Tanda yang jelas. Kendati demikian, perubahan otak Ini bisa menjadi tanda peringatan dini beberapa tahun Sebelumnya terjadinya stroke atau masalah ingatan. Menurut penulis utama Untuk studi ini, Russel J. De Souza, temuan ini tak terduga.
“Biasanya, kerusakan semacam ini dikaitkan Di Situasi yang kita dengar dan obati Di usia yang jauh lebih tua,” kata de Souza kepada Medical Xpress.
Dia mencatat bahwa Studi tersebut Memusatkan Perhatian Di warga Kanada usia menengah yang tidak Memperoleh masalah jantung dan tidak melaporkan masalah Kesejaganan lainnya.
Studi ini menemukan adanya hubungan yang lebih kuat secara keseluruhan Ditengah konsumsi UPF dan kerusakan otak Hingga Ditengah peserta perempuan. Peserta wanita Untuk konsumsi UPF tertinggi Memperoleh kemungkinan hampir dua kali lipat Bagi menunjukkanl tanda-tanda kerusakan otak dibandingkan Di peserta yang berada Untuk kelompok konsumsi UPF terendah.
“Temuan kami Menunjukkan bahwa hubungan Ditengah Pola Makan dan Kesejaganan otak Mungkin Saja dapat dideteksi Sebelumnya orang Merasakan masalah yang nyata Di ingatan atau kemampuan berpikir,” kata penulis senior studi, Sonia Anand.
Bagi peserta studi tersebut, UPF rata-rata menyumbang sekitaran 25 persen Di asupan Konsumsi harian. Konsumsi utuh seperti buah-buahan, savuran, dan biji-bijian mencakup 41 persen Di asupan harian Bagi peserta yang banyak mengonsumsi UPF dan 68 persen Bagi peserta yang paling sedikit mengonsimsinya.
Meski demikian, sebab peserta hanya dievaluasi sekali dan titan ditindaklanjuti Hingga masa mendatang, para peneliti tidak bisa menentukan bahwa penyebab langsung Di perubahan Hingga otak adalah konsumsi UPF.
“Kita membutuhkan studi jangka panjang yang melacak orang Di waktu Hingga waktu Di pemindaian MRI berulang Bagi mengetahui apakah Memangkas asupan Konsumsi ultra-olahan dapat memperlambat atau mencegah perubahan otak ini,” kata de Souza, menambahkan bahwa Studi lanjutan Lagi Untuk proses.
(elk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Konsumsi UPF Bisa Tingkatkan Risiko Stroke? Ini Temuan Studi











