loading…
Harga Migas dunia kembali melemah mencatat penurunan terdalam sepanjang tahun ini usai Iran dan AS berdamai. FOTO/Reuters
“CTA Pada ini menjadi penjual Migas mentah, dan kami Mengantisipasi dana-dana sistematis Akansegera terus Mengurangi posisi sebesar 2% hingga 4% Untuk lima hari perdagangan Hingga Di,” ujar Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay dikutip Untuk The Business Times, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, tapi Terapi Pasokan Migas Internasional Butuh Berbulan-bulan
Patokan Migas Internasional Brent turun Untuk hari keempat berturut-turut dan ditutup Di bawah level USD79 per barel, terendah Sebelum awal Maret. Tekanan harga Lebih kuat Setelahnya Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai Sambil Di Jumat (19/6) yang memungkinkan kapal tanker yang terjebak Sebelum pecahnya konflik kembali melintasi Selat Hormuz.
Harga Migas Lebih tertekan Setelahnya laporan The Wall Street Journal menyebut kesepakatan tersebut Akansegera memungkinkan Iran segera kembali menjual minyaknya Hingga pasar internasional. Untuk draf perjanjian yang hampir final, AS juga disebut Akansegera Memberi sejumlah insentif ekonomi, termasuk akses Iran Di dana pembangunan senilai USD300 miliar serta pelonggaran Produk Ekspor Migas mentah dan produk petrokimia.
Sejumlah kapal tanker yang Yang Berhubungan Di Di Iran dilaporkan mulai mengubah posisi sebagai persiapan menjelang penandatanganan kesepakatan. Langkah tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa pasokan Migas Untuk kawasan Teluk Persia Akansegera segera Meresahkan Untuk waktu Didekat.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS-Iran Berdamai, Harga Migas Terjun Bebas Hingga Bawah USD80 per Barel











