loading…
Biznet Gio berkolaborasi Didalam Rainer Server, Pada Untuk Indo Mega Vision (IMV) Menampilkan GIO Hybrid Cloud Infrastructure. Foto/Dok. SindoNews
Modern Downtime masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan Untuk menjaga kontinuitas operasional. Gangguan Di server, jaringan, maupun infrastruktur Keahlian informasi dapat menghambat proses Usaha, menurunkan produktivitas, hingga menyebabkan kerugian Perbankan. Baca juga: Jurus Membangun Fondasi TI Perusahaan yang Modern, Tangguh, dan Aman
Laporan The True Cost of Downtime 2024 mencatat bahwa rata-rata pabrik besar Di sektor industri yang diteliti Berpotensi Untuk Merasakan kerugian hingga USD253 juta per tahun akibat unplanned downtime. Kerugian tersebut mencakup terhentinya proses produksi, hilangnya pendapatan, biaya tenaga kerja, perbaikan darurat, hingga keterlambatan pemenuhan pesanan.
“Untuk lingkungan Usaha yang Lebihterus mengandalkan sistem digital, downtime tidak lagi hanya berdampak Di sistem TI, tetapi juga Di keberlangsungan operasional perusahaan. GIO Hybrid Cloud Infrastructure membantu perusahaan membangun lapisan redundansi agar operasional tidak bergantung Di satu lingkungan infrastruktur,” kata VP of Marketing Biznet Gio, Hari Syah Agam, Jumat (24/7/2026).
Menurut Flexera 2026 State of the Cloud Report, 73% organisasi telah Memperkenalkan Hybrid Cloud. Didalam menggabungkan cloud dan on-premise, perusahaan dapat Mengurangi ketergantungan Di satu lingkungan infrastruktur (single point of failure) sekaligus Meningkatkan kesiapan Berjuang Didalam gangguan operasional.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing











