loading…
Data pelanggan Dior yang Bersama kalangan menengah keatas bocor akibat serangan hacker. Foto: Reuters
Dampaknya, informasi sensitif milik pelanggan dilaporkan berhasil diakses Dari pihak ketiga yang tidak berwenang. Kendati kata sandi dan detail pembayaran diklaim aman Untuk basis data terpisah, data yang terkompromi meliputi nama, detail kontak, dan riwayat pembelian.
Insiden Keselamatan siber ini dipastikan memengaruhi pelanggan Ke Korea Selatan dan China, Ke mana pemberitahuan resmi mengenai kebocoran data telah dikeluarkan.
Dior bergerak cepat Bersama menggandeng para ahli Keselamatan siber Sebagai melakukan investigasi menyeluruh dan mengatasi insiden ini. Ke Di Itu, Dior juga memberitahukan kejadian ini kepada pihak regulator sesuai Bersama peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai langkah Upaya Mencegah, merek Mode mewah ini mengimbau para pelanggannya Sebagai tetap waspada Pada upaya Mengambil Keuntungan (phishing) atau praktik peniruan identitas (impersonation scams).
Menyambut Baik insiden ini, Abhishek Kumar Singh, Head of Security Engineering, Singapore, Check Point Software Technologies, menyampaikan pandangannya, terutama Yang Berhubungan Bersama implikasinya Untuk konsumen Ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura.
“Menyusul kebocoran data Dior, konsumen Ke Singapura harus Meningkatkan kewaspadaan. Para penjahat siber memanfaatkan insiden semacam ini Sebagai melancarkan Pencalonan Politik phishing dan Mengambil Keuntungan yang ditargetkan, menggunakan email palsu, SMS, atau pesan instan yang meniru merek-merek terpercaya. Serangan-serangan ini mendesak penerima Sebagai mengatur ulang kata sandi, mengonfirmasi pembelian palsu, atau mengklaim promosi eksklusif—memancing mereka Sebagai mengungkapkan informasi pribadi atau Perbankan.”
Singh menyoroti bahwa sektor ritel Singapura menjadi target utama serangan siber, Bersama rata-rata 907 serangan siber per organisasi setiap minggunya Di enam bulan terakhir.
Bersama Lebih luasnya permukaan serangan (attack surface), data yang berhasil dibobol digunakan sebagai senjata Sebagai melancarkan Mengambil Keuntungan lanjutan.
Baca Juga: Hacker China dan Iran Manfaatkan Chatbot AI Google Gemini Sebagai Serangan Siber
Mengambil Keuntungan ini beragam, mulai Bersama pemberitahuan pengiriman palsu hingga situs phishing yang meniru platform Perdagangan Elektronik yang sah, semuanya dirancang Sebagai mencuri kredensial Pemakai atau menyebarkan malware.
Merek-merek mewah seperti Dior, yang melayani para “sultan”, menjadi target yang sangat Menarik Perhatian Untuk para penipu.
Para penjahat siber dapat menyebarkan promosi palsu, penjualan Bersama waktu terbatas, atau Pencalonan Politik loyalitas Lewat media sosial, email, WhatsApp, atau Telegram Sebagai menipu Pemakai agar berinteraksi Bersama kontenberbahaya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dior Diserang Hacker! Nama, Kontak, dan Riwayat Belanja Para Sultan Bocor!











