Raja Ampat –
Kapal pesiar KM Prestige Voyager karam Hingga Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kapal pesiar itu karam Pada mencari perlindungan Bersama cuaca buruk. 28 wisatawan selamat.
“KM Prestige Voyager mengantarkan para tamu asal China 19 orang bersama 9 warga Bangsa Indonesia. Para tamu hendak melakukan kegiatan menyelam Hingga perairan Yanggefo,” kata Kasat Polair Raja Ampat, Ipda Feni Maulana kepada detikcom.
Peristiwa itu terjadi Hingga perairan Pulau Arborek, Raja Ampat Ke Selasa (13/1). Pada itu terjadi cuaca buruk Agar nakhoda kapal memutuskan mencari tempat berlindung. “Kapal bertolak Bersama perairan Yanggefo Sebagai mencari tempat berlindung Bersama cuaca yang buruk. Nahkoda memutuskan Sebagai memilih Yenbeser,” terang Feni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan kapal karam Lantaran air surut Ke titik koordinat 0°30’902 S, 130°33’170 E. Mereka kembali melanjutkan aktivitasnya Setelahnya 4 jam tertahan. “Di 4 jam (karam), ketika air pasang kapal sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Kapal Merasakan kandas tepat Ke titik koordinat 0°30’902 S, 130°33’170 E,” bebernya.
Lebih Jelas Feni mengatakan, nakhoda kapal Berusaha melakukan olah gerak guna Mengintroduksi kapal Bersama lokasi kandas. Polisi kini mendalami kemungkinan karam rusak Hingga lokasi tersebut.
“Sambil anggota saya masih lakukan pengecekan Hingga dasar laut Sebagai tingkat kerusakannya seperti apa, atau apakah ada yang rusak, masih diselidiki,” ujarnya.
PBD Investigasi Insiden Kapal Karam
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) Lewat Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) menginvestigasi kapal pesiar KM Prestige Voyager yang kandas Hingga Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kapal itu karam Setelahnya menabrak karang hingga rusak.
“Insiden yang membawa 28 wisatawan asal China termasuk awak kapal itu diduga menimbulkan dampak Di terumbu karang dan ekosistem laut,” kata Kepala DLHKP Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu kepada wartawan, Kamis (15/1/2025).
Kelly mengatakan, insiden kapal menabrak atau kandas Hingga atas karang bukan kali pertama terjadi Hingga Raja Ampat. Pihaknya Mendorong segera digelarnya Diskusi koordinasi lintas OPD teknis guna merumuskan aturan pelayaran yang lebih ketat Hingga kawasan wisata bahari. “Harus ada Diskusi koordinasi lintas OPD. Apakah kapal wisata masih boleh berlayar Hingga spot-spot tertentu atau perlu pembatasan khusus, ini harus diputuskan bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Laporan awal dampak lingkungan Berencana disusun Dari Dinas Lingkungan Hidup Raja Ampat. Akan Tetapi, DLHKP Papua Barat Daya memastikan pendampingan penuh Di proses tersebut, termasuk koordinasi Bersama instansi perhubungan, KSOP, dinas perikanan dan kelautan, Perjalanan Hingga Luarnegeri, serta mitra konservasi.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Ada indikasi komunikasi dan koordinasi lintas instansi yang belum berjalan optimal. Hingga Di, pengawasan harus diperkuat agar kejadian kapal tabrak karang tidak terus berulang,” ujarnya.
Ke Pada Yang Sama, Kasat Polair Polres Raja Ampat, Ipda Feni Maulana memastikan seluruh penumpang Di Situasi selamat. Aparat juga melakukan penyelidikan lanjutan Yang Berhubungan Bersama potensi kerusakan terumbu karang Hingga lokasi kapal kandas.
“Anggota kami masih melakukan pengecekan Hingga dasar laut Sebagai melihat tingkat kerusakan, apakah ada karang yang terdampak atau tidak. Pada ini masih Di proses penyelidikan,” imbuhnya.
(ddn/ddn)
Skuat detikSulsel
Jurnalis detikcom. Skuat detikSulsel melaporkan perkembangan berita dan potensi Daerah Sulawesi Selatan Bersama perspektif lokal dan nasional.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kapal Pesiar Karam Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat











