loading…
Perum BULOG mencatat lonjakan serapan beras yang luar biasa Untuk tiga bulan pertama tahun 2025. FOTO/dok.SINDOnews
Peningkatan ini mencapai 2.000% dibandingkan periode yang sama tahun Sebelumnya, Hingga mana serapan BULOG hanya Di 35.000 ton Untuk tiga bulan pertama. Biasanya, BULOG membutuhkan satu tahun penuh Sebagai menyerap satu juta ton beras. Akan Tetapi, kini Untuk waktu hanya tiga bulan, serapan BULOG sudah mendekati pencapaian tahunan Hingga masa lalu.
Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai pencapaian ini memang pencapaian Pembantu Presiden Tim Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Untuk membawa perubahan Hingga sektor Pertanian. Dia memahami langsung suara petani dan Memutuskan tindakan nyata Hingga lapangan.
“Untuk waktu singkat, kita bisa melihat dampak tangan dingin Amran Sulaiman. Serapan BULOG melonjak, produksi beras Meresahkan, mafia Ketahanan Pangan ditindak, dan efisiensi Biaya membuahkan hasil maksimal. Jargon ‘tidak ada hari libur Hingga Kementan Sebagai swasembada’ bukan sekadar slogan, tapi benar-benar diterapkan,” ujar Hensa.
Hensa menyebut bahwa lonjakan capaian serapan gabah tahun ini merupakan kado istimewa lebaran Untuk seluruh komponen bangsa Lantaran perlahan tapi pasti Indonesia betul-betul Akansegera mewujudkan swasembada.
Akan Tetapi, Hensa mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu terlena mengingat tantangan swasembada masih cukup panjang, terutama Ke persoalan cuaca yang kini memasuki musim hujan lebat.
“Saya sih oke ya Bersama data ini, prestasi sekaligus kado istimewa Untuk bangsa Indonesia. Kenapa? Ketahanan Pangan itu sektor dasar yang menentukan nasib bangsa kita Hingga Di. Tapi saya juga mengingatkan jangan terlalu terlena Lantaran tantangan Hingga Di masih cukup panjang, walaupun saya apresiasi kinerja bulog dan Pembantu Presiden Tim Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) yang terus bekerja Meningkatkan produksi Untuk negeri,” ujar Hensa.
Sebagai informasi, serapan gabah Ke 28 Maret 2025 tercatat mencapai 725.513 ton setara beras atau Meresahkan 2.243,09 persen bila dibandingkan tahun 2015 yang hanya 30.964 ton. Serapan gabah tahun ini juga jauh Meresahkan sebesar 1.970,53 persen bila dibandingkan serapan tahun lalu yang hanya 35.040 ton. Sedangkan rata-rata serapan 2015 sampai 2024 mencapai 152.082 ton.
Capaian ini sejalan Bersama Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan lonjakan produksi beras nasional Ke periode Januari-Maret 2025 sebesar 52,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, mencapai 8,67 juta ton, Bersama potensi luas panen padi mencapai 2,83 juta hektar.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Memang Dingin Tangan Mentan Amran











