Manggarai Barat –
Nakhoda kapal wisata nahas yang tenggelam Hingga Labuan Bajo diberikan hukuman berupa tidak boleh berlayar Di satu tahun lamanya.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Memutuskan Hukuman Politik kepada nakhoda KM Budi Utama, kapal pinisi yang tenggelam Hingga perairan selatan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo Ke 22 Juni 2024.
Nakhoda kapal wisata itu dilarang berlayar Di setahun. Hukuman itu berlaku hingga 2 Juli 2025.
“Pembekuan ijazah pelaut atas nama nakhoda Di 12 bulan, terhitung sampai 2 Juli 2025,” ujar Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto Hingga Labuan Bajo, Senin (22/7/2024).
KSOP juga mencabut izin atau sertifikat kapal Budi Utama yang Pada tenggelam Di mengangkut 15 orang wisatawan. Kapal itu pun tidak bisa berlayar lagi hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Sang pemilik kapal harus mengurus izin kapal itu Untuk awal jika ingin kapal miliknya bisa kembali berlayar.
“Di pemilik dan kapal kami melakukan pencabutan izin dan pencabutan semua sertifikat kapal Budi Utama. Kapal tersebut tidak bisa melakukan kegiatan kepelabuhan termasuk SPB (surat persetujuan berlayar) dan segala macamnya. Tidak ada jangka waktunya. Dia harus memproses kalau dia mau menghidupkan kapal lagi harus proses Untuk awal lagi,” tegas Stefanus.
Angkut Wisatawan Tak Sesuai Manifest Kapal
KSOP Labuan Bajo Memutuskan Hukuman Politik administratif itu Lantaran kapal Budi Utama mengangkut penumpang (wisatawan) tidak sesuai manifest. Kapal wisata itu Malahan mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal.
Untuk manifest kapal Budi Utama tercatat hanya 10 penumpang. Akan Tetapi Untuk perjalanan, terdapat 15 penumpang yang diangkut Dari kapal pinisi tersebut.
“Manifest tidak sesuai Di Syarat kelaiklautan kapal Lantaran Hingga Untuk manifest Budi Utama Hingga Untuk Alat Lunak inaportnet dan menurut surat pernyataan nakhoda Untuk master sailing declaration mengatakan bahwa jumlah manifest penumpang adalah 10. Kenapa Hingga-approve dan diberi SPB Lantaran sesuai kapasitas maksimum penumpang,” kata Stefanus.
Lima penumpang yang diangkut Dari kapal Budi Utama, Malahan tercatat Untuk manifest kapal wisata lain, yakni kapal Senada Pinishi. Kedua kapal itu diketahui berada Untuk satu manajemen.
Lima penumpang Senada Pinishi ini diduga dipindahkan Hingga kapal Budi Utama yang ada Hingga Di laut Pada diangkut menggunakan sekoci Untuk pelabuhan.
KSOP tidak mengetahui perpindahan penumpang kapal itu Lantaran dilakukan Hingga Di laut, bukan Hingga tempat kapal berlabuh.
“Lantaran dia terdaftar Hingga manifes Senada Pinishi. Sesudah diselidiki ternyata Hingga Untuk perjalanan Melewati sekoci Hingga Di laut ada kemungkinan dipindahkan Hingga kapal Budi Utama. Dari Sebab Itu yang bersangkutan sesuai manifest ada Hingga Senada Pinishi. Dia (kapal) kan jalan tidak bersandar (Hingga pelabuhan), dia Melewati sekoci, Hingga luar sepengetahuan KSOP,” jelas Stefanus.
Kapal Budi Utama Lalu tenggelam Lantaran diterjang gelombang dan arus deras. Ke Pada bersamaan pompa kuras air laut Ke kapal itu juga Merasakan gangguan.
Total ada 15 wisatawan dan tujuh anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut. Mereka dievakuasi Di selamat Hingga Labuan Bajo Dari Skuat SAR. Akan Tetapi dua wisatawan asal Spanyol Merasakan luka hingga harus dibawa Hingga Puskesmas Sebagai Merasakan Penanganan medis.
——–
Artikel ini telah naik Hingga detikBali.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Nakhoda Kapal Wisata yang Tenggelam Hingga Bajo Dihukum 1 Tahun Tak Boleh Berlayar











