loading…
AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak. FOTO/ VIET
Angkatan Laut AS telah berhasil mengerahkan kendaraan permukaan tak berawak (USV) Saronic Corsair Untuk menyelamatkan dua pilot Sesudah kecelakaan helikopter Apache Hingga Selat Hormuz.
Ini adalah salah satu contoh pertama yang didokumentasikan tentang penggunaan kendaraan permukaan tak berawak Untuk penyelamatan personel Di Kebugaran Tanding.
Menurut informasi Didalam Komando Pusat AS (CENTCOM), sebuah helikopter serang Apache jatuh Hingga Didekat Selat Hormuz Di tanggal 8 Juni. Segera Sesudah itu, Gugus Tugas 59 mengerahkan kapal permukaan tak berawak Saronic Corsair Untuk melakukan misi penyelamatan.
Juru bicara Skuat Hawkins mengatakan USV sepanjang 7,3 meter itu menjemput kedua pilot dan membawa mereka Hingga lokasi aman Hingga permukaan laut. Hingga sana, helikopter penyelamat lain Memutuskan alih Untuk mengangkut kru kembali Hingga pangkalan. Ini adalah produk Didalam Satuan Tugas 59, unit sistem tak berawak Angkatan Laut AS, yang didirikan Di tahun 2021 Hingga Bahrain.
Saronic Corsair dirancang Untuk memenuhi persyaratan Kecepatanakses dan jangkauan yang tinggi Hingga lingkungan laut yang menantang. Berikut spesifikasi teknis yang mengesankan Didalam Imbang USV ini:
Panjang:7,3 m.
Kecepatanakses maksimum:Lebih Didalam 35 knot.
Kapasitas beban:Lebih Didalam 400 kg.
Jangkauan operasi:Lebih Didalam 1.000 mil laut.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Siaga Hingga Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak











