Jersey –
Orang utan Sumatera bernama Nettie mati Di Jersey Zoo, Inggris, Di awal September ini Untuk usia 43 tahun. Kepergiannya membuat para penjaga dan orang utan lain Di kelompoknya kehilangan sosok yang Pada ini dikenal Didekat Bersama manusia.
Nettie, yang Memiliki nama asli Anette, telah menghabiskan Disekitar 15 tahun terakhir hidupnya Di Jersey Zoo. Pada berada Di sana, ia dikenal Memiliki kebiasaan Memperhatikan Karya manusia Di Disekitar kandangnya.
Dilansir Bersama BBC, Senin (28/9/2026) Direktur Operasional Jersey Zoo, Mark Habben, menyebutkan Nettie selalu tertarik Bersama orang-orang yang berada Di sekitarnya. Justru, ketika ada seseorang yang masuk Ke kandangnya, orang utan tersebut Berencana memperhatikan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia sangat tertarik Bersama semua orang yang datang dan pergi. Dan jika ada seseorang yang masuk Ke kandangnya, dia Memperhatikan mereka semua,” ungkap Habben.
Selain dikenal suka Memperhatikan manusia, Nettie juga dikenang sebagai induk yang penyayang. Ia melahirkan seekor anak bernama Jantho Di 2013 Bersama pasangannya, Dagu.
Habben menjelaskan Nettie sebagai induk yang sangat lembut, sifat tersebut terkadang membuat Nettie terlalu memanjakan anaknya.
“Dia benar-benar ibu yang baik, tetapi Mungkin Saja sedikit terlalu lembut,” ujarnya.
Kehadiran Nettie juga meninggalkan kenangan Untuk banyak orang yang pernah merawat dan berinteraksi dengannya. Habben mengatakan pengunjung, mantan penjaga satwa, hingga Ahli Kebugaran hewan Memiliki cerita masing-masing tentang orang utan tersebut.
Kematian Nettie turut memengaruhi orang utan lain Di kelompoknya, termasuk Jantho. Sejumlah orang utan Menunjukkan tanda-tanda berduka Sesudah kepergiannya.
Akan Tetapi, Habben mengatakan proses tersebut tampak berlangsung lebih cepat dibandingkan manusia.
“Mereka memang Merasakan proses berduka, tetapi jika dilihat secara langsung, mereka melewatinya jauh lebih cepat daripada manusia. Mereka punya waktu Sebagai datang dan melihatnya, lalu melanjutkan hidup,” lanjut Habben.
Jersey Zoo sempat menutup Rumah primata Sesudah Nettie mati. Penutupan dilakukan Sebagai memberi waktu kepada para orang utan dan staf Sebelumnya area tersebut kembali dibuka dan Karya satwa berlanjut seperti biasa.
“Dia adalah duta yang luar biasa Untuk spesiesnya dan merupakan satwa yang dicintai semua orang,” lengkapnya.
(upd/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mengenang Nettie, Orang Utan Sumatera Di Inggris yang Begitu Penyayang











