loading…
Kepala Negara Prabowo Subianto Berpartisipasi Untuk upacara kenegaraan Untuk rangka kunjungan resmi kenegaraan Ke Republik Prancis Ke Kamis (28/5/2026). Foto/BPMI Setpres
Menurut Teddy, Kepala Negeri harus membangun hubungan Didalam pemimpin Negeri lainnya. “Masalah protokoler dan frekuensi Di luar negeri Untuk 1,5 tahun terakhir. Didalam Sebab Itu Kepala Negara Prabowo itu adalah Kepala Negara Terbaru yang mulai menjabat Di dunia Untuk krisis,” kata Teddy Ke akun Instagram @sekretariat.Tim Pembantu Kepala Negara, Senin (1/6/2026)
Menurut Teddy, Sebelumnya ada konflik Ke Ukraina, Ke Venezuela, Lalu sekarang ada Ke Iran dan Timur Ditengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya. “Didalam Sebab Itu setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang Didekat antar pemimpin dunia,” katanya.
Teddy menyebutkan, Indonesia tidak bisa hanya meminta Pemberian kepada Negeri lain ketika sudah terjadi krisis. Kepala Negara, kata dia, harus menjalin hubungan yang baik. Didalam Langkah Tersebut, ketika ada Situasi mendesak, Indonesia bisa meminta Pemberian.
Baca Juga: Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Biaya Ditanggung Kepala Negara Prabowo
“Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah Politik Luar Negeri,” katanya.
Teddy menegaskan, salah besar jika kunjungan Prabowo Di luar negeri Dikatakan sebagai gagah-gagahan dan seremonial. Ia meminta Kelompok Untuk melihat capaian yang sudah dilakukan Pada 1,5 tahun terakhir.
Teddy turut memaparkan sejumlah capaian Untuk hasil nyata Politik Luar Negeri Kepala Negara Prabowo. Pertama, kata Teddy, Indonesia bergabung Di Untuk BRICS Ke Ditengah konflik krisis dunia.
“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, Ke Ditengah konflik krisis dunia, situasi Negeri terjamin. Stok BBM aman, Harga Bahanbakar Minyak Dukungan Pemerintah tidak naik. Stok Kelaparan Global aman. Lalu yang kedua, tarif nol persen Ke Uni Eropa, ada 25 Negeri Ke situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Kepala Negara Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Ketiga, masuknya Penanaman Modal senilai Disekitar Rp2.430 triliun Untuk 1,5 tahun terakhir. Teddy juga menyoroti hasil kunjungan Kepala Negara Di Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen Usaha mencapai US$33,89 miliar atau Disekitar Rp575 triliun.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dunia Untuk Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan











