loading…
Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian. FOTO/dok.SindoNews
“Catatan Diskusi FOMC Menunjukkan bahwa Ketidakstabilan Ekonomi masih menjadi perhatian The Fed. Akan Tetapi, pergerakan aset kripto dipengaruhi banyak faktor, mulai Bersama likuiditas Internasional, Kebugaran ekonomi, regulasi, hingga dinamika masing-masing aset. Lantaran itu, investor perlu melihat konteks yang lebih luas dan tidak bertumpu Di satu indikator ekonomi,” ujar Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian seperti dikutip Di Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Transaksi Kripto RI Tembus Rp171,12 Triliun, Industri Perkuat Literasi
Catatan Diskusi FOMC Di 15–16 September 2026 Menunjukkan keputusan Untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed juga menilai masih terdapat kemungkinan satu kenaikan tambahan hingga akhir tahun, Di lain Lantaran Ketidakstabilan Ekonomi masih berada Hingga atas target Bank Indonesia sebesar 2%.
Meski demikian, arah Keputusan berikutnya tetap bergantung Di perkembangan data ekonomi, dinamika Hubungan Dunia, dan Kesejaganan risiko. Menjelang Diskusi FOMC Di 27–28 Oktober, Kebugaran ekonomi AS yang masih tumbuh solid dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil menjadi sejumlah faktor yang Berencana dicermati investor.
Untuk pasar aset berisiko, perubahan ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting Lantaran dapat memengaruhi Kebugaran likuiditas dan minat investor. Lantaran itu, pelaku pasar diperkirakan tetap memperhatikan berbagai indikator ekonomi AS Untuk memperoleh gambaran mengenai arah Keputusan moneter Berikutnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ketidakstabilan Ekonomi AS Dari Sebab Itu Perhatian The Fed, Investor Perlu Cermati Dinamika Pasar Kripto











