loading…
Usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) Sebagai menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia Di Emerging Market menjadi Standalone Market Berpeluang menimbulkan sejumlah dampak Bagi Pasar Saham domestik. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
Persoalan ini disebut tidak hanya menyangkut potensi tekanan jual Untuk jangka pendek, tetapi juga posisi Indonesia Untuk indeks saham Dunia, akses Pada investor institusional internasional, serta daya tarik pasar saham Indonesia sebagai tujuan Penanaman Modal Untuk Negeri.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menjelaskan, bahwa apabila perubahan klasifikasi tersebut diterapkan, saham-saham Indonesia Berpeluang dikeluarkan Di indeks Emerging Market yang menjadi acuan berbagai produk Penanaman Modal Untuk Negeri Dunia.
Kemakmuran ini berisiko memicu Aksi Massa jual Dari investor pasif yang mengikuti indeks tersebut, sekaligus Mendorong investor institusional aktif menyesuaikan alokasi investasinya Ke pasar saham Indonesia. Baca Juga: OJK Respons Penilaian Terbaru MSCI Pada Pasar Saham Indonesia
“Risikonya bukan hanya berapa besar dana Foreign yang Berpeluang keluar. Untuk jangka lebih panjang, perubahan klasifikasi ini dapat mempersempit basis investor institusional, Memangkas likuiditas pasar, dan Meningkatkan premi risiko yang diminta investor Sebagai berinvestasi Ke saham Indonesia. Yaitu, dampaknya bisa lebih luas daripada tekanan jual yang kita lihat Pada ini,” jelas Rully, Jumat (16/10/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: MSCI Ancam Turunkan Kasta Pasar Saham RI Ke Standalone, Ini Dampaknya











