Probiotik sudah lama dikenal Dikatakan punya manfaat Untuk Kesejajaran pencernaan. Berbagai produk minuman dan Konsumsi probiotik pun Lebih mudah ditemukan Di pasaran. Tetapi, tidak semua produk probiotik hadir Di bentuk dan kandungan komposisi gizi yang sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan yang cukup tinggi Untuk Meningkatkan cita rasa dan membuatnya lebih disukai konsumen.
Di sisi lain, pilihan produk probiotik Bersama kandungan gula yang lebih rendah memang tersedia. Hanya saja, rasa yang dihasilkan sering tidak semanis atau sepopuler produk Bersama tambahan gula yang lebih banyak. Kebugaran ini membuat dilema Antara mengejar manfaat probiotik dan mengendalikan asupan gula harian.
Kabar baiknya lagi, menjaga Kesejajaran mikrobiota usus tidak hanya bergantung Ke probiotik. Ada komponen lain yang sering kurang Merasakan perhatian, yaitu prebiotik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula
Manfaat probiotik Untuk Kesejajaran pencernaan memang didukung Bersama banyak Eksperimen. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga Kesejajaran mikrobiota usus yang berperan Di berbagai fungsi tubuh.
Tetapi, sumber probiotik tidak hanya berasal Bersama minuman probiotik kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, hingga berbagai Konsumsi fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme yang bermanfaat Untuk Kesejajaran.
Ke sebagian produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan Untuk menciptakan rasa yang lebih disukai konsumen. Lantaran itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya melihat klaim probiotiknya saja. Kandungan gula, kalori, serta komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Untuk yang ingin Merasakan manfaat probiotik Bersama asupan gula yang lebih rendah, sumber probiotik alami atau produk tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan. Meski rasanya Bisa Jadi tidak semanis sebagian produk minuman probiotik, manfaat yang diberikan tetap berasal Bersama mikroorganisme baik yang terkandung Di dalamnya.
Apa Beda Probiotik Vs Prebiotik?
Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup yang Memberi manfaat Kesejajaran, prebiotik merupakan Konsumsi Untuk mikroorganisme tersebut.
Prebiotik umumnya berupa serat Ketahanan Pangan yang tidak dicerna tubuh. Ketika mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber Konsumsi Bergizi Untuk bakteri baik yang hidup Di Di saluran cerna.
Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya. Keduanya Memperoleh peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi Di menjaga Kesejajaran mikrobiota usus.
Praktisi Medis spesialis Gangguan Di dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik dapat Memberi manfaat Lewat mekanisme yang berbeda dibanding probiotik.
“Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu Berencana Memberi dampak yang lebih baik,” kata dr Rino Pada ditemui detikcom Di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik bersifat tidak langsung Lewat perbaikan Kebugaran usus dan Perkembangan bakteri yang menguntungkan.
Berbeda Bersama probiotik yang sering dikaitkan Bersama yogurt atau minuman fermentasi, prebiotik sebenarnya banyak ditemukan Di Konsumsi sehari-hari.
Sumber prebiotik Antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta berbagai sayuran dan buah yang kaya serat.
Konsumsi Konsumsi tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga menyediakan Konsumsi Bergizi Untuk bakteri baik Di Di usus. Lantaran berasal Bersama bahan Ketahanan Pangan alami, sumber prebiotik juga umumnya tidak disertai tambahan gula seperti yang ditemukan Ke sebagian produk minuman olahan.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?“
(mal/up)
Dilema Probiotik Tinggi Gula
2 Konten
Proses fermentasi Di berbagai produk probiotik memang membutuhkan gula. Tetapi apakah benar semua gula yang ada Di produk probiotik benar-benar dibutuhkan Bersama bakteri, atau ada yang memang ditambahkan Untuk kebutuhan memperbaiki cita rasa?
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Probiotik Tak Harus Bersama Produk Tinggi Gula, Ini Faktanya











