Telur menjadi menu sarapan yang banyak disukai, Sebab praktis dan bergizi. Tetapi, perdebatan soal berapa banyak telur yang Berencana dikonsumsi agar jantung tetap sehat masih terus bergulir.
Kini, para ahli Kesejajaran mengungkapkan jumlah ideal konsumsi telur sekaligus membongkar hal yang dapat membahayakan pembuluh darah.
Di ini, kolesterol Untuk kuning telur sering dituding sebagai biang kerok meningkatnya kolesterol jahat (LDL). Padahal, Eksperimen terbaru Menunjukkan bahwa kolesterol Untuk Minuman hanya berdampak kecil Ke kadar kolesterol darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahaya yang sebenarnya justru berasal Untuk lemak jenuh.
Berapa Butir Telur yang Aman Dikonsumsi?
Ahli jantung dan ahli gizi menetapkan batas konsumsi yang ideal, tergantung Ke Situasi kesehatannya. Pembagiannya sebagai berikut:
Orang sehat: Dianjurkan makan tidak lebih Untuk satu butir telur utuh atau dua putih telur per hari.
Orang Bersama Situasi khusus, seperti jantung, diabetes, kolesterol tinggi: Disarankan tidak lebih Untuk empat kuning telur per minggu.
Akan Tetapi, ahli gizi kardiologi preventif Julia Zumpano Menyediakan catatan penting. Batas ‘empat kuning telur’ ini hanya berlaku jika seseorang tidak mengonsumsi lemak jenuh Untuk sumber lain secara berlebihan, seperti daging merah, keju, atau mentega.
“Eksperimen Menunjukkan bahwa total lemak jenuh yang kita konsumsi lebih besar kontribusinya Di peningkatan LDL, dibandingkan kolesterol Untuk Minuman,” jelasnya, dikutip Untuk Daily Mail.
Faktor Utamanya Bukan Telur
Untuk satu butir telur besar sebenarnya hanya mengandung Disekitar 1,6 gram lemak jenuh dan kaya Berencana Gizi, seperti lutein, zeaxanthin, serta kolin. Masalahnya sering kali bukan Ke telurnya, melainkan pendampingnya.
Menu sarapan seperti sandwich telur ditambah sosis, keju, dan mentega bisa mengandung 14 hingga 20 gram lemak jenuh. Angka ini hampir memenuhi batas harian maksimal (20 gram Sebagai Asupan Minuman 2.000 kalori) hanya Untuk satu kali makan.
Tips Masak Telur Paling Sehat
Cara mengolah telur juga menentukan Kesejajaran jantung. Memasak telur Bersama mentega justru Berencana menambah beban lemak jenuh sebesar 2,5 hingga 3,3 gram.
Metode memasak yang paling sehat menurut ahli adalah:
- Direbus (boiled atau poached).
- Orak-arik menggunakan wajan anti lengket Bersama sedikit semprotan Energi, bukan mentega.
- Tambahan sayuran seperti bayam Sebagai memperkaya gizi.
Halaman 2 Untuk 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Suka Makan Telur tapi Takut Kolesterol? Begini Faktanya Menurut Ahli











