loading…
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan, perputaran uang Yang Terkait Bersama judi online Ke kuartal pertama 2025 mencapai Rp47 triliun. FOTO/DOK.SindoNews
“Ada ratusan bank, ada ribuan payment gateway, dan segala macam mereka punya sistem, dan sistem itu Setelahnya Itu terkoneksi Bersama PPATK. Lantaran data menyebutkan Di kuartal pertama saja, 2025 ini, nilai perputaran dananya Rp47 Triliun, bukan dana yang ada itu Rp47 triliun, ini perputaran dana,” katanya kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).
Menurut Ivan, Ke Januari-Maret 2025 tercatat sebanyak 39.818.000 transaksi. PPATK Mengantisipasi terdapat 160 juta transaksi berkaitan judol Ke tahun ini atau turun dibandingkan 2024 yang mencatatkan 209 juta transaksi.
“Itu jauh lebih sedikit dibandingkan Bersama tahun lalu Di periode yang sama. Dari Sebab Itu tahun 2024, Di bulan Januari sampai bulan Maret itu, perputaran dananya itu Rp90 triliun. Sekarang berhasil kita tekan sampai kurang Di Rp50 triliun. Dari Sebab Itu, jika kita lihat dibandingkan Bersama tahun lalu, turunnya itu jauh sekali, lebih Di 80%,” tuturnya.
Ia Membeberkan, ada 5 Area paling masif Yang Terkait Bersama transaksi judi online. Urutannya, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Di, Banten, dan Jawa Timur. Berbeda Ke 2024, Di Q1 tahun 2024, Jakarta berada Ke urutan nomor 5, Sambil Itu Ke Q1 tahun 2025 justru naik Di nomor 2.
“Lima daerahnya berubah-ubah setiap tahun, setiap waktu, tapi posisi sekarang Jawa Barat itu stabil sebagai Lokasi yang memang paling tinggi data Yang Terkait Bersama Bersama transaksi judi online. Dari tahun 2023 nomor 1, terus sekarang Q1 juga nomor 1. Ini kalau sekarang tidak mencerminkan sampai akhir tahun, ini hanya sampai Q1 2025,” katanya.
Baca juga: Bangun Hotel Aruss Semarang Di Uang Judol, Komisaris dan PT AJP Dari Sebab Itu Dugaan Pelaku
(abd)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Transaksi Judol Di Awal 2025 Capai Rp47 Triliun, Terbanyak Di Jabar











